SENI MENJEMPUT KEMATIAN


   

  Sering kali kita mendengar suara dari microfon masjid yang memberitahukan bahwa ada seorang hamba yang telah dipanggil lebih dahulu untuk melanjutkan kehidupannya dialam lain. Alam yang kekal. Merinding, sedih, takut, merasa hidup yang kita katakan aman, tentram, damai, indah menjadi terancam bagi sebagian orang, karena mereka membayangkan bahwa kematian adalah hal yang sangat mengerikan. Merenggut nyawa dalam keadaan yang buruk merupakan hal yang paling ditakuti, tidak memanfaatkan waktu dengan orang-orang yang dicintai dan tidak menggunakan waktu untuk beramal sebanyak-banyaknya merupakan kesesalan yang sering kali disadari namun tidak disadari. Maksudnya gimana tuh, jadi kebanyakan orang sadar akan waktu yang terbatas ini namun tidak segera melakukan amalan yang akan menjemput mereka ke tepat kekal yang baik. Sungguh syurga Allah itu seindah-indahnya tempat, mengalir sungai susu, terdapat sungai anggur, banyak makanan yang baik, bidadari yang cantik, berkumpul dengan orang-orang baik, dduh tempat idola lah. Itulah mengapa sebaian orang yang menyadari akan indahnya syurga sudah mempersiapkan dengan baik mengenai rencana mereka untuk menuju kesana. 

Bagaimana bisa, Aku yang sering mengaji pun masih keras hatinya dan belum mau untuk mencicil untuk investasi akhirat yang udah pasti ini. Seperti sebuah angan-angan yang pasti ada tapi aku hanya diam dan memandang keindahannya, sungguh aku lalai banget. Beribu ribu orang diluar sana berusaha untuk menggapainya, naik melewati tangga-tangga cahaya berusaha mengetuk pintu-pintu langit agar mereka bisa mencapai keindahan yang haqiqi itu.

Membenamkan didalam hati mengenai bahwa kematian yang baik itu berasal dari tingkah laku dan berbuatan yang baik memang susah-susah gampang. Karena gak semua orang bisa selalu jalan di tempat itu terus, pasti ada pancingan dari luar yang sering kali lebih menggiurkan. Gimana gak sering terpancing, hal yang bersifat berwujud nyata dibandingkan dengan hal yang gak berwujud alias masih didalam kepala kita. Kenikmatan duniawi dan surga, kadang susah untuk di toleransi oleh akal sempit kita. Sering banget liat tas bagus, rumah mewah, duit banyak, memotivasi diri untuk mencari kenikmatan duniawi, bentuk material seperti itu di bandingkan dengan syurga yang belum pasti kita dapatkan membuat beberapa orang merasa mundur atau menunggu waktu yang tepat buat hijrah. Padahal belum tau kan ajal menjemput kapan, apakah sempat ?. oke bagi kalian yang sudah mulai terbuka pikirannya mari kita beranjak dari sini dan beralih pada pertanyaan besar, “apa yang sudah kau perbuat semasa didunia ?”. Kalau kita kembali ke belakang kayaknya gak ada yang bisa kita pamerkan, bahkan cerita indah perjalanan meniti titik cahaya pun mau kita mulai sekarang, tapi pertanyaan seputar mempersiapkan kematian udah menyerbu kepala. Bagi kalian yang baru hijrah pasti bingung banget kan karena seperti terhimpit waktu sedangkan yang dilakukan baru dikit banget. Berlari berusaha mengejar ketertinggalan merupakan hal yang paling ampuh tapi semakin kencang kamu berlari akan membuat tubuh lelah dan bisa ajah kamu akan berhenti di tengah jalan, so jadinya aku harus bagaimana ?, menikmati dengan berusaha melibatkan Allah disetiap jengkal kehidupanmu akan membawa mu sampai kesana dengan selamat. Kamu suka membaca, waw bagus banget bisa tuh bisa membagikan atau meminjamkan buku kepada teman-temanmu agar wawasan mereka bertambah  diiringi dengan niat lillah hitaala. Kamu suka bagi-bagi barang, wow keren banget kamu bisa buat komunitas sedekah buat bagiin gak hanya barang yang kamu punya tapi juga menyalurkan barang orang lain untuk diberikan kepada orang yang tepat tentunya dengan niat lillah hitaala. Kamu suka banget dagang, wow baginda Nabi juga berdagang loh, bisa banget tuh dagang makanan halal, dan tentunya dengan niat lillah hitaala. Semua aktivitas mu insyaAllah akan berbuah pahala karena semua punya niat untuk Allah semata, kamu gak akan sedikitpun rugi karena banyak melakukan pekerjaan sambil beramal untuk tabungan akhirat. Nikmati peran mu sebagai manusia, berbanyak dan perluas koneksi mu mengenai tanda-tanda langit, cahaya itu akan tembus kedalam hatimu, meredupkan nafsu mu, menyuburkan benih baik yang tertanam dihati mu. Kamu tidak perlu jadi orang lain, kamu hanya perlu menjadi kamu dalam versi yang lebih baik. Jemput kebahagiaan yang kekal abadi dengan caramu yang diridhoi Allah, karena yang mengantarkan kamu menuju gerbang keindahan itu bukan karena amal perbuatan mu, tapi karena rahmat Allah. OKE sekarang bangun dan mulailah untuk melibatkan Allah dalam setiap aktivitas mu, selamat mencoba.

Komentar