PERKEMBANGAN INDUSTRIALISASI MASA ORDE BARU
Perkembangan industri yang pesat dewasa ini memang
tidak terlepas dari proses perjalanan panjang penemuan-penemuan baru dalam
bidang industri . Dimana selain penemuan-penemuan baru di bidang industri masih
ada lagi factor yang menyebabkan terjadi industrialisasi, diantaranya yaitu
pengaruh dari perkembangan revolusi hijau. Dimana revolusi hijau ini
menyebabkan upaya untuk melakukan modernisasi yang berdampak pada perkembangan
industrialisasi yang ditandai dengan adanya pemikiran ekonomi rasional.
Pemikiran tersebut akan mengarah pada kapitalisme. Dengan industrialisasi juga
merupakan proses budaya dimana dibangun masyarakat dari suatu pola hidup atau
berbudaya agraris tradisional menuju masyarakat berpola hidup dan berbudaya
masyarakat industri. Perkembangan industri tidak lepas dari proses perjalanan
panjang penemuan di bidang teknologi yang mendorong berbagai perubahan dalam
masyarakat.
Industrialisasi ini juga berhasil menjerat Indonesia
untuk masuk didalamnya, dimana Industrialisasi di Indonesia ditandai oleh
:
a. Tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja.
b. Banyaknya tenaga kerja terserap ke dalam
sektor-sektor industri.
c. Terjadinya perubahan pola-pola perilaku yang lama
menuju pola-pola perilaku yang baru yang bercirikan masyarakat industri modern
diantaranya rasionalisasi.
d. Meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat di
berbagai daerah khususnya di kawasan industri.
e. Menigkatnya kebutuhan masyarakat yang
memanfaatkan hasil-hasil industri baik pangan, sandang, maupun alat-alat untuk
mendukung pertanian dan sebagainya.
Dari hal diatas, pemerintah Indonesia mulai tertarik
akan perkembangan industrialisasi di Indonesia. Untuk itu pemerintah berupaya
untuk meningkatkan industrialisasi di Indonesia, upaya yang dilakukan
pemerintah diantaranya yaitu :
a. Meningkatkan perkembangan jaringan
informasi, komunikasi, transportasi untuk memperlancar arus komunikasi
antarwilayah di Nusantara.
b. Mengembangkan industri pertanian
c. Mengembangkan industri non pertanian
terutama minyak dan gas bumi yang mengalami kemajuan pesat.
d. Perkembangan industri perkapalan dengan
dibangun galangan kapal di Surabaya yang dikelola olrh PT.PAL Indonesia.
e. Pembangunan Industri Pesawat Terbang
Nusantara(IPTN) yang kemudian berubah menjadi PT. Dirgantara Indonesia.
Pembangunan kawasan industri di daerah Jakarta,
Cilacap, Surabaya, Medan, dan Batam.
Dengan
adanya tekhnologi baru dan revolusi industri, masyarakat dunia sekarang ikut
menikmati segala macam barang dan jasa yang bermutu dan jumlahnya pun semakin
meningkat. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang turut menikmati
kemajuan dari perkembangan industri.
A. Industri Pertanian
o Industri pertanian merupakan suatu upaya untuk
mengolah sumber daya hayati dengan bantuan teknologi industri. Teknologi
industri itu dapat menghasilkan berbagai macam hasil yang mempunyai nilai lebih
tinggi. Bentuk bentuk industri pertanian meliputi hal-hal sebagai berikut
o · Industri pengolahan hasil tanaman pangan
termasuk hortikultura.
o · Industri pengolahan hasil perkebunan seperti
industri minyak kelapa, industri barang-barang karet dan sebagainya.
o · Industri pengolahan hasil perikanan seperti
industri pengolahan udang, rumput laut, ubur-ubur dan lain sebagainya.
o · Industri pengolahan hasil hutan seperti
pengolahan kayu, pengolahan pulp, kertas dan rayon, serta industri pengolahan
rotan.
o · Industri pupuk, yaitu dengn memanfaatkan gas
alam, serta eksploitasi sumber-sumber yang baru.
o · Industri pestisida yang dikembangkan terutama
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
o · Industri mesin dan peralatan pertanian.
Upaya yang
dilakukan pemerintah untuk meningkatkan industri pertanian agar lebih baik
yaitu :
Ø Melakukan
panca usaha tani
Ø Penanganan
pascapanen
Ø Menentukan
harga yang layak bagi produsen dan konsumen.
Ø Penyediaan
sarana dan prasarana
Ø Pengembangan
dan pemanfaatan tekhnologi.
Ø Pemanfaatan
lahan kering, pekarangan dan rawa.
Pada dasarnya
perekonomian Indonesia bersifat agraris, bahkan hampir 80% wilayah Indonesia
merupakan daerah pertanian dan sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di
sektor pertanian.
Hasil hasil pertanian yang
meliputi hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan
kehutanan merupakan bahan mentah untuk kegiatan industri, seperti industri
furniture, tekstil, kertas, rokok, dan lain sebagainya. Sudah tentu, pengolahan
hasil produksi pertanian itu ditempuh melalui proses industri pabrik. Beberapa
pabrik industri pengolahan hasil pertanian itu antara lain pabrik ban mobil
goodyear di bogor, pabrik kina di bandung, pabrik kertas di leces dan
padalarang, pabrik pengolahan udang di semarang dan lain sebagainya.
B. Industri
Nonpertanian
Industri
nonpertanian adalah industri yang aktivitasnya di luar bidang pertanian,
meliputi industri maritim, industri elektronika, industri
pariwisata, industri pertambangan dan energi, industri semen, besi baja,
perakitan kendaraan bermotor. Berbagai macam industri telah didirikan
untuk meningkatkan produksinya. Pabrik semen di Gresik, Padang, Cibinong,
dan Ujung Pandang. Untuk memperkuat struktur industri Indonesia yang
masih lemah, mulai tahun 1984 pemerintah menyusun suatu langkah strategis
yang disebut “Peta Rangka Landasan” bidang industri dengan sistem “Pusat
Pertumbuhan Industri (Industrial Growth Center) “sebuah proyek percontohan di
Lhok Seumawe sebagai suatu wilayah terpadu dari pusat industri petrokimia,
pupuk Urea, semen, kertas, dan sebagainya. Upaya yang sama dilaksanakan di
Palembang, Gresik, Kupang, dan Kalimantan Timur.
C. Industri Pertambangan dan Energi
Industri pertambangan dan industri energi diarahkan
pada pemanfaatan dan penyediaan bahan baku bagi industri dalam negeri, dan
meningkatkan ekspor.Contohnya adalah
Ø industri tambang batu bara di
Sawahlunto;
Ø industri tambang emas di Irian Jaya;
Ø industri tambang minyak bumi di
Balikpapan, Palembang;
Ø industri tambang timah di Belitung;
Ø industri semen di Gresik, Padang,
Cibinong, Ujung Pandang
D. Industri Elektronika
Perkembangan elektronika di Indonesia semakin maju
seiring bermunculan perusahaan elektronika Maspion, Polytron, LG,
Panasonic (sekarang National dan Panasonic bergabung menjadi Panasonic).
F. Industri Pariwisata
Indonesia (Pulau Bali) termasuk peringkat 5 setelah
Hawai pada pariwisata internasional. Wilayah Indonesia termasuk wisata alam,
budaya, dan teknologi. Adapun keuntungan industri wisata adalah:
Ø Mendatangkan devisa Negara
Ø Memperluas lapangan kerja
Ø Memacu pembangunan daerah
Ø Meningkatkan rasa cinta tanah air
Ø Mengembangkan kerajinan rakyat
Menurut UU No. 5 Tahun 1984, Departemen
Perindustrian secara nasional membagi industri menjadi 4 kelompok,yaitu
Industri mesin dan logam dasar (industri hulu);
· Industri kimia dasar (industri hulu);
· Kelompok aneka industri (industri hilir);
· Industri kecil termasuk industri rumah
tangga.
Perkembangan industri pertanian dan nonpertanian
telah membawa hasil yang cukup menggembirakan. Hasil-hasilnya telah dapat
dirasakan dan dinikmati saat itu oleh masyarakat Indonesia, antara lain sebagai
berikut
Swasembada Beras
· Kesejahteraan Penduduk
· Perubahan Struktur Ekonomi
· Perubahan Struktur Lapangan Kerja
· Perkembangan Investasi
Komentar
Posting Komentar