Tanggal
Praktikum : Rabu, 2 Maret 2011
Temmpat : SMAN 2 Sumbawa Besar
Tujuan :
Mengetahui sifat Larutan Penyangga
Alat
dan Bahan:
Alat:
1. Tabung Reaksi
2. Pipet
3. Universal Indikator
4. Kertas Label
Bahan
1. Aquades
2. Larutan CH3COOH 0,1 M
3. Larutan NH4OH 0,1M
4. Larutan CH3COOH/CH3COONa
5. Larutan NH4OH + NH4Cl
6. HCl 1 M
7. NaOH 1 M
Cara
Kerja
1. Beri
nama tabung reaksi dengan kertas label A, B, C, D
2. Untuk mengukur pH CH3COOH, masukan
larutan CH3COOH kurang lebih 3 ml ke dalam tabung A, B, C, D. Apabila tidak ada
pipet volume, maka dapat menggunakan cara mengambil larutan dengan pipet tanpa
adanya gelembung udara, agar larutan yang terbawa banyak dan agar volume satu
dan yang lainnya sama.
3. Masukkan 3 tetes aquades pada
tabung B
4. Masukkan 3 tetes HCL 1 M pada
tabung C
5. Masukkan 3 tetes NaOH 1M pada
tabung D
6. Masukkan universal indicator kepada
tiap tiap tabung, lalu diamkan, apabila perlu goyang goyangkan tabung reaksi
tersebut.
7. Setelah itu, amati perubahan warna
yang terjadi pada indicator universal, dan bandingkan dengan warna penetuan pH
8. Apabila
telah selesai, cuci semuanya dengan aquades.
9. Untuk mengukur pH NH4OH 0,1 M,
masukan larutan NH4OH kurang lebih 3 ml ke dalam tabung A, B, C, D. Apabila
tidak ada pipet volume, maka dapat menggunakan cara mengambil larutan dengan
pipet tanpa adanya gelembung udara, agar larutan yang terbawa banyak dan agar
volume satu dan yang lainnya sama.
10.
Masukkan 3 tetes aquades pada tabung B
11. Masukkan 3 tetes HCL 1 M pada
tabung C
12. Masukkan 3 tetes NaOH 1M pada
tabung D
13. Masukkan universal indicator kepada
tiap tiap tabung, lalu diamkan, apabila perlu goyang goyangkan tabung reaksi
tersebut.
14. Setelah itu, amati perubahan warna
yang terjadi pada indicator universal, dan bandingkan dengan warna penetuan pH
15.
Apabila telah selesai, cuci semuanya dengan aquades.
16. Untuk mengukur pH penyanggga asam
(CH3COOH/CH3COONa) , masukan larutan CH3COOH/CH3COONakurang lebih 3 ml ke dalam
tabung A, B, C, D. Apabila tidak ada pipet volume, maka dapat menggunakan cara
mengambil larutan dengan pipet tanpa adanya gelembung udara, agar larutan yang
terbawa banyak dan agar volume satu dan yang lainnya sama.
17. Masukkan 3 tetes aquades pada
tabung B
18.
Masukkan 3 tetes HCL 1 M pada tabung C
19. Masukkan 3 tetes NaOH 1M pada
tabung D
20. Masukkan universal indicator kepada
tiap tiap tabung, lalu diamkan, apabila perlu goyang goyangkan tabung reaksi
tersebut.
21. Setelah itu, amati perubahan warna
yang terjadi pada indicator universal, dan bandingkan dengan warna penetuan pH
22. Apabila telah selesai, cuci
semuanya dengan aquades.
23.
Untuk mengukur pH penyangga basa, masukan larutan NH4OH + NH4Cl kurang lebih 3 ml ke dalam tabung A, B, C, D. Apabila tidak ada pipet volume, maka dapat menggunakan cara mengambil larutan dengan pipet tanpa adanya gelembung udara, agar larutan yang terbawa banyak dan agar volume satu dan yang lainnya sama.
24.
Masukkan 3 tetes aquades pada tabung B
25. Masukkan 3 tetes HCL 1 M pada
tabung C
26. Masukkan 3 tetes NaOH 1M pada
tabung D
27. Masukkan universal indicator kepada
tiap tiap tabung, lalu diamkan, apabila perlu goyang goyangkan tabung reaksi tersebut.
28. Setelah itu, amati perubahan warna
yang terjadi pada indicator universal, dan bandingkan dengan warna penetuan pH
29. Apabila telah selesai, cuci
semuanya dengan aquades.
Data
Hasil Pengamatan
1. Penentuain pH CH3COOH
|
Tabung
|
Campuran Larutan
|
pH
|
Perubahan pH
|
|||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
|||
|
1
|
CH3COOH
|
2
|
2
|
-
|
-
|
|||||
|
2
|
CH3COOH
0,1 M + Aquades
|
3
|
2
|
1
|
-
|
|||||
|
3
|
CH3COOH
+ HCl 1 M,
|
1
|
1
|
-1
|
-1
|
|||||
|
4
|
CH3COOH
+ NaOH 1 M
|
4
|
4
|
2
|
2
|
|||||
2. penetuan basa NH4OH / NH3 (aq)
|
Tabung
|
Campuran
Larutan
|
pH
|
Perubahan
pH
|
||||||
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||
|
1
|
NH4OH
/ NH3 (aq)
|
10
|
10
|
9
|
10
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
NH4OH
/ NH3 (aq)
0,1
M + Aquades
|
10
|
11
|
8
|
9
|
-
|
1
|
-1
|
-1
|
|
3
|
NH4OH
/ NH3 (aq)
HCl
1 M,
|
10
|
10
|
7
|
9
|
-
|
-
|
-2
|
-1
|
|
4
|
NH4OH
/ NH3 (aq)
+
NaOH 1 M
|
13
|
13
|
10
|
12
|
3
|
3
|
1
|
2
|
3. Penyangga Asam CH3COOH / CH3COONa
|
Tabung
|
Campuran
Larutan
|
pH
|
Perubahan
pH
|
||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
CH3COOH/CH3COONa
|
4
|
5
|
5
|
4
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
CH3COOH/CH3COONa
0,1 M + Aquades
|
4
|
4
|
4
|
4
|
-
|
-1
|
-1
|
-
|
|
3
|
CH3COOH/CH3COONa
+ HCl 1 M,
|
4
|
4
|
4
|
4
|
-
|
-1
|
-1
|
-
|
|
4
|
CH3COOH/CH3COONa
+ NaOH 1 M
|
5
|
4
|
5
|
5
|
1
|
-1
|
-
|
1
|
4. Penyangga Basa NH4OH + NH4Cl
|
Tabung
|
Campuran
Larutan
|
pH
|
Perubahan
pH
|
||||||
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||
|
1
|
NH4OH
+ NH4Cl
|
8
|
10
|
8
|
9
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
NH4OH
+ NH4Cl + Aquades
|
9
|
10
|
10
|
10
|
1
|
-
|
2
|
1
|
|
3
|
NH4OH
+ HCl 1 M,
|
10
|
10
|
9
|
8
|
2
|
-
|
1
|
-1
|
|
4
|
NH4OH
+ NaOH 1 M
|
11
|
10
|
14
|
12
|
3
|
-
|
4
|
3
|
Pertanyaan
1. Apakah pengaruh penambahan sedikit
asam atau sedikit basa dan pengenceran pada larutan bukan penyangga?
2. Apakah pengaruh penambahan sedikit
asam atau sedikit basa dan pengenceran pada larutan penyangga?
3. Mengapa larutan penyangga bisa
mempertahankan pH?
Jawab
1. Penambahan sedikit asam atau basa
dan pengenceran pada larutan bukan penyangga berpengaruh terhadap perubahan pH.
pH dari larutan bukan penyangga tersebut akan berubah, baik menjadi lebih besar
atau lebih kecil pH nya. Pada larutan bukan penyangga, perubahan pH nya sangat
mencolok karena larutan penyangga bukan termasuk buffer, yaitu terbuat dari
campuran asam lemah dan basa konjugasinya serta campuran basa lemah dan asam
konjugasinya
2. Penambahan sedikit asam atau
sedikit basadan pengenceran pada larutan penyangga tidak berpengaruh terhadap
perubahan pH. pH larutan penyangga akan tetap.
3. Larutan penyangga bisa
mempertahankan pH karena larutan tersebut termasuk ke dalam larutan buffer,
yaitu larutan yang terbuat dari campuran asam lemah dan basa konjugasinyaserta
campuran basa lemah dan asam konjugasinya.
Jika
larutan penyangga ditambahkan asam, asam tersebut akan bereaksi dengan zat yang
bersifat basa, dan begitu pun sebaliknya, jika ditambahkan sedikit basa, basa
tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam.
Kesimpulan
Berdasarkan
percobaan di atas perhitungan pH masing masing kelompok berbeda- beda, hal ini
disebakan karena cara menghitung pH pun berbeda beda. Misalnya, terlalu lama
mengangkat universal indicator dari dalam larutan, universal indicator rusak,
atau bekas pemakaian, larutan tidak tercampur sempurna, dan kurangnya
ketelitian menyamakan gambar
Penambahan
sedikit asam atau basa dan pengenceran pada larutan bukan penyangga berpengaruh
terhadap perubahan pH. Sedangkan penambahan sedikit asam atau sedikit basadan
pengenceran pada larutan penyangga tidak berpengaruh terhadap perubahan pH.
Jika
larutan penyangga ditambahkan asam, asam tersebut akan bereaksi dengan zat yang
bersifat basa, dan begitu pun sebaliknya, jika ditambahkan sedikit basa, basa
tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam.
Derajat
keasaman atau pH suatu larutan penyangga ditentukan oleh komonen-komponennya.
Dalam perhitungannya, komponen-komponen tersebut membentuk perbandingan
tertentu. Jika suatu campuran tersebut diencerkan maka harga perbandingan
komponen-komponen tersebuit tidak berubah sehingga pH larutan penyangga juga
praktis tidak berubah.
Komentar
Posting Komentar