ma.af iyah sebelumya teman teman karena gambarnya gk bisa kebaca
trimakasih :)
trimakasih :)
BATUAN BEKU
Batuan beku dalam, batuan beku dalam terjadi dari
pembekuan magma yang berlangsung perlahan-lahan ketika masih berada jauh di
dalam kulit bumi.
Contohnya:
GRANIT
Granit
adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan.
Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan
sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³
dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum.
Meja
granit sebagai bidang acuan dalam proses pengukuran
Dalam
bidang industri dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang acuan dalam
berbagai pengukuran dan alat pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat
kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis dan memiliki koefisien ekspansi termal
yang sangat rendah. Salah satu penerapannya adalah pada mesin pengukur
koordinat (Coordinate Measuring Machine).
SIENIT
Sienit
berwarna abu-abu terang, berbutir sedang - kasar dengan tekstur phaneritik.
Dari pengamatan megaskopik terlihat orthoklas/ K-feldspar dominan, sedikit
plagioklas dan biotit, batuan mempunyai sifat ke magnitan lemah sampai sedang.
Dari pengamatan sayatan tipis menunjukan tekstur holokristalin,
hipidiomorfik, berbutir halus sampai 1 mm, bentuk sub hedral–anhedral, disusun
oleh mineral orthoklas / K.Felsdpar, plagioklas, biotit, epidot kalsedon, sfene
dan mineral opak, lempung, masih terlihat relieks kembar poliomtetik. Batuan
sienit terdapat sebagai blok-blok insitu di lereng Moncong Talalo di sekitar
Kocara, intrusi ini diduga berlangsung pada kala Miosen Awal.
DIORITE
Diorite
adalah batuan beku plutonik, yaitu batuan antara granite dan gabbro. Batuan ini
mengandung sedikit Kalsium (soda) plagioklas feldspar, mineral berwarna terang,
dan hornblende berwarna hitam. Tidak seperti granit, batuan diorite tidak
mengandung mineral kuarsa atau sangat sedikit, dan juga tidak seperti gabbro,
diorite mempunyai warna yang lebih terang dan mengandung soda, tidak mengandung
kalsit plagioklas. Apabila batuan diorite ini dihasilkan dari letusan gunung
api maka akan terjadi pendinginan menjadi lava andesite.
GABRO
Gabbro
berwarna gelap, mempunyai bentuk ukuran butir serabut dari proses intrusive dan
merupakan batuan beku akibat proses plutonic seperti granit, hanya saja batuan
gabbro mempunyai kandungan silica yang lebih rendah dan tidak mengandung
mineral kuarsa, alkali feldspar dan hanya mengandung mineral plagioklas yang
sering dijumpai berwarna gelap dengan kandungan kalsium yang tinggi. Mineral
mineral gelap lainnya yang sering terdapat pada batuan ini adalah amphibole,
pyroxene dan kadang kadang juga biotite, olivine, magnetite, ilmenite dan
apatite. Proses erupsi yang dialami gabbro sama seperti dengan yang dialami
batuan Basalt. Mineral mineral utama pembentuk batuan Gabbro adalah hornblende,
magnetite dan mineral mineral terang dari plagioklas. Gabbro adalah nama sebuah
kota di Tuscany, Italia.
Batuan beku korok (gang), batuan beku korok terjadi dari
magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan bumi. Magma yang
meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang
berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua
besar. Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan
beku korok.
Contohnya:
PROFIR GRANIT
Granit
porfiri disebut dengan gang (batuan intrusi). magma yang
mempunyai
susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang
terbentuk
itu disebut porfiri granit yang berarti granit yang bertekstur porfiri.
Profir Diarit adalah batuan yang berpotensi menjadi batuani induk
(“Host Rocks”), mineralisasi logam dasar dan logam mulia yang terbentuk bersama
urat kuarsa, tersebar dan mengisi rekahan /retakan dengan ubahan hidrotermal
propilit, argilit, pilik dan potassik. Ditemukannya mineral petunjuk epidot,
diopsid aktinolit, (garnet?), berasosiasi dengan magnetit memberi gambaran
kearah dugaan bahwa telah terjadi proses pyrometasomatisma yang menghasilkan
mineralisasi skarn.
Batuan beku luar, batuan beku luar terjadi dari
magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan bumi (seperti magma
hasil letusan gunung berapi).
Contohnya:
RIOLIT
Riolit
terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan
gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi.
Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini
bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid
apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan berupa lava.
Riolit
bisa digunakan sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran,
isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan
pembawa (media) dan campuran makanan ternak.
TERAHIT
batuan trakhit mempunyai warna batuan abu-abu
putih kehijauan dan mempunyai sifat batuan asam
(felsik) dengan mineral penyusunnya silikat,
magnesium oksida,MnO, dan mineral penyusun
lainya. Pada batuan ini terdapat lubang- lubang gas
yang terisi oleh mineral sekundernya
pada batuan ini terdapat mineral silikat, MnO, Al2O3
,Fe2O3 dan masih banyak lagi mineral penyusun lain nya
ANDESIT
Andesite berasal dari Magma yang biasanya
mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat
mencapai beberapa kilometer. Magma Andesite dapat
juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak
yang kuat yang kemudian membentuk arus pyroclastic
dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat
besar.
Bagian-bagian kecil yang berwarna hitam disebut
mineral biotite dan yang berwarna putih disebut
potassium feldspar Kristal terbesar dinamakan
phenocryst, terbentuk jauh sebelum lava terletuskan
dan membeku, dan kristal-kristal tersebut dari
bentuknya dapat menceritakan sejarah dari proses
perjalanan magma. bertexture porphyritic
OBSIDIAN
Batu
obsidian sebenarnya bukan batu tambang melainkan sejenis batu lahar yang
dimuntahkan dari kawah gunung api. Batu obsidian sebenarnya bukanlah batu atau
mineral, melainkan kaca natural yang terbentuk dari hasil pendinginan lahar
gunung berapi yang cepat, karena proses pendinginannya terlalu cepat maka
jarang terjadi pembentukan kristal di dalamnya, jadi tidak ada struktur kristal
di dalam batu obsidian seperti batu mineral lain. Warnanya bening seperti kaca
dan warnanya kadang-kadang hitam mulus, merah tua, agak hijau atau abu-abu.
Batu ini jarang yang berwarna kuning atau merah putih atau biru. Batu obsidian
sering ditemukan dalam keadaan mengkilau mulus walaupun belum dipoles. Batu
obsidian terbuat dari 70% silicon dioxide bahkan lebih dan jika tercampur
mineral mineral tertentu warnanya akan berubah. Batu obsidian mempunyai nilai
keras 5-5.5 berdasarkan daftar keras Mohs dan termasuk batu mulia tanggung.
BASALT
Batuan
basalt berwarna gelap, berat, kaya akan besi dan sedikit akan kandungan mineral
silika batuan vulkanik, yang biasanya membentuk lempeng samudera di dunia.
Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral
tidak terlihat. Mineral-mineral ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan
basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama
gabbro.
Gelembung gelembung dari gas karbon dioksida dan uap air terbentuk dan melakukan ekspansi pada batuan yang meleleh mendekati permukaan. Pada periode yang panjang di bawah gunung api, butiran butiran berwarna hijau dari mineral olivine keluar dari larutan.
Sehingga gelembung gelembung dan butiran butiran tersebut atau phenocrysts menggambarkan dua kejadian yang berbeda di dalam pembentukan batuan basalt tersebut.
Gelembung gelembung dari gas karbon dioksida dan uap air terbentuk dan melakukan ekspansi pada batuan yang meleleh mendekati permukaan. Pada periode yang panjang di bawah gunung api, butiran butiran berwarna hijau dari mineral olivine keluar dari larutan.
Sehingga gelembung gelembung dan butiran butiran tersebut atau phenocrysts menggambarkan dua kejadian yang berbeda di dalam pembentukan batuan basalt tersebut.
BATUAN ENDAPAN (SEDIMEN)
Batuan sedimen kalstik
Batuan
sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan
kembali detritus atau pecahan batuan asal. Batuan asal dapat berupa batuan
beku, metamorf dan sedimen itu sendiri. Batuan sedimen diendapkan dengan proses
mekanis, terbagi dalam dua golongan besar dan pembagian ini berdasarkan ukuran
besar butirnya. Cara terbentuknya batuan tersebut berdasarkan proses
pengendapan baik yang terbentuk dilingkungan darat maupun dilingkungan laut.
Batuan yang ukurannya besar seperti breksi dapat terjadi pengendapan langsung
dari ledakan gunungapi dan di endapkan disekitar gunung tersebut dan dapat juga
diendapkan dilingkungan sungai dan batuan batupasir bisa terjadi dilingkungan
laut, sungai dan danau. Semua batuan diatas tersebut termasuk ke dalam golongan
detritus kasar. Sementara itu, golongan detritus halus terdiri dari batuan
lanau, serpih dan batua lempung dan napal. Batuan yang termasuk golongan ini
pada umumnya di endapkan di lingkungan laut dari laut dangkal sampai laut
dalam.
Fragmentasi
batuan asal tersebut dimulai dari pelapukan mekanis maupun secara kimiawi,
kemudian tererosi dan tertransportasi menuju suatu cekungan pengendapan.
Setelah pengendapan berlangsung sedimen mengalami diagenesa yakni, prosess-
proses yang berlangsung pada temperatur rendah di dalam suatu sedimen, selama
dan sesudah litifikasi.
a. Breksi

Breksi memiliki butiran-butiran yang bersifat coarse yang terbentuk dari
sementasi fragmen-fragmen yang bersifat kasar dengan ukuran 2 hingga 256
milimeter. Fragmen-fragmen ini bersifat runcing dan menyudut. Fragmen-fragmen
dari Breksi biasanya merupakan fragmen yang terkumpul pada bagian dasar lereng
yang mengalami sedimentasi, selain itu fragmen juga dapat berasal dari hasil
longsoran yang mengalami litifikasi. Komposisi dari breksi terdiri dari sejenis
atau campuran dari rijang, kuarsa, granit, kuarsit, batu gamping, dan
lain-lain.
b. Konglomerat

Konglomerat hampir sama dengan
breksi, yaitu memiliki ukuran butir 2-256 milimeter dan terdiri atas sejenis
atau campuran rijang, kuarsa, granit, dan lain-lain, hanya saja fragmen yang
menyusun batuan ini umumnya bulat atau agak membulat. Pada konglomerat, terjadi
proses transport pada material-material penyusunnya yang mengakibatkan
fragmen-fragmennya memiliki bentuk yang membulat.
c. Standstone
(Batu Pasir)

Sandstone atau batu pasir terbentuk dari sementasi dari butiran-butiran
pasir yang terbawa oleh aliran sungai, angin, dan ombak dan akhirnya
terakumulasi pada suatu tempat. Ukuran butiran dari batu pasir ini 1/16 hingga
2 milimeter. Komposisi batuannya bervariasi, tersusun terutama dari kuarsa,
feldspar atau pecahan dari batuan, misalnya basalt, riolit, sabak, serta
sedikit klorit dan bijih besi. Batu pasir umumnya digolongkan menjadi tiga
kriteria, yaitu Quartz Sandstone, Arkose, dan Graywacke.
Batuan
endapan kimiawi : batu yang mengalami oksidasi dan terlarut dalam senyawwa
kimia
Limestone (Batu
Gamping)

Batu
gamping adalah batuan fosfat yang sebagian besar tersusun oleh mineral kalsium
karbonat. Gamping adalah hasil
proses dari batu gamping yang dibakar dengan kadar panas tertentu. Bisa
digunakan sebagai campuran semen yang digunakan untuk bahan bangunan sebagai
pemutih kertas penetralisir limbah campuran pupuk dan lain sebagainya.
Batuan endapan organik : Batuan sedimen organik/sedimen
asal jasad, yaitu sedimen yang berasal dari sisa-sisa jasad hidup.
BATUAN MALIHAN
(METAMORF)
Batuan metomorf dapat berasal dari
batuan beku atau batuan sedimen
yang telah mengalami perubahan.
Perubahan dapat disebabkan oleh
berbagai macam hal, antara lain,
sebagai berikut.
a. Tekanan tinggi
Adanya endapan yang tebal yang terdapat di bagian
atasnya mengakibatkan
tekanan yang tinggi pada batuan. Misalnya: batu pasir
dari
pasir.
b. Suhu tinggi
Suhu tinggi berasal dari magma. Batuan ini berdekatan
dengan dapur
magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis
kontak.
Misalnya: antrasit dari batu bara dan marmer dari batu
kapur.
Batu marmer
c. Tekanan dan suhu tinggi
Pada waktu proses pembentukan pegunungan terjadi
tekanan dan suhu
tinggi karena peristiwa pelipatan dan pergeseran.
Proses dan perubahan
ini disebut metamorfosis dinamo. Contohnya: batu chist
dan shale.













Komentar
Posting Komentar